Gerimis Cahayaku
Bloklimasatu.com - Kau tak terbayang
Kau mengintai di balik tiang
Kau datang
Kau menghantui
Derap – derap semut dan kecoa
Deru roda menggelinding penat
Baris – baris kata tertulis indah
Sejuk
Membuka harap
Aku terperana
Sepanjang jalan itu
Pohon – pohon kering rindang
Menasbihkanmu seiring berkas senyum yang terbanyang
Aku bahagia
Kau tak terbayang
Kau mengintai di balik tiang
Kau datang
Kau menghantui
Derap – derap semut dan kecoa
Deru roda menggelinding penat
Baris – baris kata tertulis indah
Sejuk
Membuka harap
Aku terperana
Sepanjang jalan itu
Pohon – pohon kering rindang
Menasbihkanmu seiring berkas senyum yang terbanyang
Aku bahagia
Kau layaknya bayangan cahaya dari muka
Menggenderangkan jantung layaknya di medan perang
Kau hampiri aku
Kau ulurkan selendang surga
Simpul itu ku jadikan pati
Dan di atas lantai delapan itu
Senja mengecupmu diantara kilauan cahaya
Kau mengintai di balik tiang
Kau datang
Kau menghantui
Derap – derap semut dan kecoa
Deru roda menggelinding penat
Baris – baris kata tertulis indah
Sejuk
Membuka harap
Aku terperana
Sepanjang jalan itu
Pohon – pohon kering rindang
Menasbihkanmu seiring berkas senyum yang terbanyang
Aku bahagia
Kau layaknya bayangan cahaya dari muka
Menggenderangkan jantung layaknya di medan perang
Kau hampiri aku
Kau ulurkan selendang surga
Simpul itu ku jadikan pati
Dan di atas lantai delapan itu
Senja mengecupmu diantara kilauan cahaya
4 komentar
@YossaAdrian